Dongeng Kucing dan Tikus



Kalian pernah bertanya-tanya nggak sih kenapa kucing selalu bermusuhan dengan tikus, pasti banyak orang yang bertanya-tanya. Mungkin karena pemikiran seperti itulah yang mengilhami seseorang untuk membuat dongeng tentang tentang permusuhan kucing dan tikus. Dan jumlah dongeng yang ada pun cukup banyak dengan cerita yang bervariasi, nah di bawah ini saya akan menghadirkan salah satu dongeng tentang kucing dan tikus.Biar kalian nggak penasaran lagi kenapa kucing dan tikus selalu bertengkar.

Berabad-abad yang silam, Dewa di Sorga mengumpulkan semua binatang yang ada di dunia ini.

“Hai semua binatang! Akan kupilih sebanyak dua belas diantara kalian untuk mengatur dan melindungi dunia. Masing¬masing akan memperoleh kekuasaan selama satu tahun. Apabila diantara kalian menghendaki, datanglah ke istanaku pada hari keduabelas bulan pertama. Keduabelas diantara kalian semua yang datang pertama akan dipilih,” kata Dewa Surga.

Semua binatang menunggu dengan gembira datangnya hari keduabelas bulan pertama itu. Sayang sekali Kucing sangat pelupa dan tak ingat hari keberapa yang dikehendaki Dewa Sorga. Dia mondar-mandir kesana-kemari.

“Kapan kita pergi ke istana Dewa, kawan?” Tanya Kucing kepada Tikus.

“Hari ketigabelas bulan pertama,” jawab Tikus menipu Kucing.

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pada pagi yang masih buta itu Tikus melihat kalau Sapi akan berangkat ke istana.

“Kenapa sepagi ini kau sudah berangkat ?” Tanya Tikus.

“Sebab kakiku begitu lambat untuk menempuh perjalanan hingga istana,” jawab Sapi, “Aku harus pergi sekarang juga, aku takut terlambat sampai di istana. Dengan begitu aku tak akan terpilih.”

Ketika Sapi berangkat, Tikus melompat di kantung punggungnya. Sapi tidak tahu kalau Tikus terbawa olehnya. Dia berjalan pelan-pelan. Menuju istana dengan harapan akan tiba di tempat itu sebelum binatang lain datang.

Setiba di istana binatang lain memang belum ada yang kelihatan. Jadi sapi mengira kalau dirinya datang lebih dahulu. Namun dia tak mengira kalau Tikus mendahului melompat dan lari memasuki pintu gerbang istana.

“Horee… horee… aku yang datang pertama kali,” teriak Tikus dengan bersorak.

Sapi marah melihat kelakuan Tikus, marah lagi Kucing, sebab dia datang ke istana pada hari ketigabelas bulan pertama seperti apa yang dikatakatan Tikus.

“Kamu terlambat sehari, Kucing. Seharusnya kamu datang kemarin. Pemilihan telah diselenggarakan kemarin. Terpilih pertama adalah Tikus. Kemudian Sapi. Kemudian Harimau, Kelinci, Ular, Kuda, Kambing, Kera, Ayam, Anjing dan yang terakhir Beruang,” kata penjaga istana dengan berbalik menutup pintu gerbang istana.

Sejak itulah kucing benar-benar marah kepada Tikus yang telah menipunya. Hati Kucing terbakar amarah. Maka dia ingin segera mencari Tikus untuk memberinya pelajaran. ***

0 komentar:

Poskan Komentar

© CeritaKu ChingKu - Template by Blogger Sablonlari - Header image by Deviantart